Bahaya Membiarkan Penyakit Lupus yang Tidak Diobati

By | 08/12/2015

Bahaya Membiarkan Penyakit Lupus yang Tidak Diobati,- Lupus adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk sel-sel dalam tubuh yang menyebabkan peradangan luas dan kerusakan pada sel-sel kulit. jaringan Setiap bagian tubuh dapat dipengaruhi oleh lupus karena memiliki susunan manifestasi klinis yang mempengaruhi kulit, sendi, otak, paru-paru, ginjal, pembuluh darah dan organ dalam lainnya.

 

Fungsi normal dari sistem kekebalan tubuh adalah untuk melindungi dan melawan virus, bakteri dan kuman dengan memproduksi protein yang disebut dengan antibodi yang diproduksi oleh sel darah putih (limfosit B). Sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan antara penyerbu asing dan jaringan sehat pada sel tubuh. Antibodi tersebut kemudian diproduksi melawan sel-sel sehat tubuh dan jaringan, menyebabkan peradangan, nyeri dan kerusakan di berbagai bagian tubuh seperti kulit.

Antibodi ini, disebut autoantibodi, berkontribusi pada peradangan berbagai bagian tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ dan jaringan. Jenis yang paling umum dari autoantibodi yang berkembang pada orang dengan lupus disebut antibodi antinuclear (ANA) karena bereaksi dengan bagian inti (pusat komando) sel.

Menurut Lupus Foundation of America, sekitar 1,5 juta orang di Amerika Serikat memiliki penyakit kulit lupus. Orang dari Afrika, Asia, dan keturunan asli Amerika lebih mungkin untuk mengembangkan lupus daripada Kaukasia. Meskipun dapat terjadi pada pria dan wanita, 90% dari orang didiagnosis dengan penyakit kulit lupus adalah wanita. Wanita usia subur (14 sampai 45 tahun) yang paling sering terpengaruh dan sebanyak 1 dari 250 orang dapat mengembangkan lupus.

Penyebab pasti dari lupus tidak diketahui, namun beberapa ahli menunjukkan bahwa lupus berkembang dalam menanggapi kombinasi faktor baik dari dalam dan luar tubuh manusia termasuk hormon, genetika dan lingkungan. Gejala lupus berbeda dari satu orang ke orang lain. Beberapa orang memiliki hanya beberapa gejala, sementara yang lain memiliki banyak gejala. Selain itu, ada banyak gejala yang berbeda dari lupus karena penyakit ini dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Beberapa gejala yang lebih umum terjadi adalah :

  1. Pegal sendi (arthralgia)
  2. Demam yang tidak jelas
  3. Bengkak sendi (arthritis)
  4. Berkepanjangan atau ekstrem kelelahan
  5. Ruam kulit
  6. Ankle pembengkakan dan akumulasi cairan
  7. Nyeri di dada saat bernapas dalam-dalam (pleuritis)
  8. Ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung
  9. Rambut rontok
  10. Sensitivitas terhadap matahari dan / atau cahaya lainnya
  11. kejang
  12. Mulut atau hidung luka
  13. Jari pucat atau ungu atau jari-jari kaki dari (fenomena Raynaud) dingin atau stres

Karena lupus adalah penyakit kulit yang kompleks dan variabel (heterogen) penyakit seperti itu, sulit untuk memprediksi tentang apa yang akan terjadi jika dibiarkan tidak diobati. Orang dengan Penyakit lupus harus memiliki evaluasi berkala untuk memastikan keterlibatan organ-mengancam kehidupan tidak berkembang. Bagi individu dengan keterlibatan organ yang terkena penyakit lupus yang parah maka pengobatan sangat penting.

Karena keputusan pengobatan dipandu oleh tingkat dan keparahan penyakit, penting untuk orang dengan lupus untuk menyadari gejala mereka. Hingga 50% dari pasien lupus mungkin memiliki gejala seperti kelelahan, nyeri sendi, dan ruam. Non-steroid anti-inflamasi (misalnya ibuprofen) dan antimalaria (Plaquenil) sering digunakan untuk mengurangi gejala-gejala dalam kasus ini.

Namun, karena risiko penyebaran penyakit dengan keterlibatan organ yang lebih parah (ginjal atau paru-paru peradangan hati, misalnya), pasien lupus harus evaluasi berkala untuk memastikan keterlibatan penyakit lupus untuk mengancam jiwa tidak berkembang.

Baca juga : Hindari Penyakit Kulit Kronis Dengan Makanan Ini

By : Obat Alergi Kulit

Bahaya Membiarkan Penyakit Lupus yang Tidak Diobati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *